Tangaran – Camat Tangaran, H. Suhut Firmansyah, S.Sos., M.Si., melalui Sekretaris Camat (Sekcam) Tangaran, Endi Kurniawan, S.E., mengajak masyarakat untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam bidang pendidikan. Salah satu program utama yang menjadi perhatian adalah wajib sekolah minimal 13 tahun.
Dalam acara Safari Ramadan Kecamatan Tangaran yang digelar di Masjid Al Mukminun, Desa Arung Parak, Kecamatan Tangaran, pada Rabu (19/3), Sekcam menghimbau para orang tua agar mendorong anak-anak mereka menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Upaya ini dilakukan untuk menekan Angka Tidak Sekolah (ATS) di wilayah tersebut.
Menurut Sekcam, partisipasi aktif masyarakat dalam dunia pendidikan sangat penting untuk mendukung keberhasilan program wajib belajar 13 tahun, yang mencakup pendidikan mulai dari prasekolah (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Pendidikan yang baik akan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), baik di tingkat desa maupun nasional.
“Di era digital saat ini, pendidikan menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM. Dalam ajaran agama Islam pun, kita diajarkan untuk mencari ilmu, karena pendidikan adalah kunci keberhasilan di dunia dan akhirat,” ungkap Endi Kurniawan.
Lebih lanjut, Sekcam juga menyoroti program unggulan di Kecamatan Tangaran, yakni ABG MEKHA (Aku Bisa dan Gemar Mengaji sampai Khatam). Program inovatif ini mewajibkan setiap anak yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar (SD) untuk khatam Al-Qur’an.
“Inovasi ABG MEKHA harus kita dukung bersama. Dengan adanya program ini, kita berharap anak-anak kita tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga memiliki bekal keagamaan yang kuat. Membaca dan memahami Al-Qur’an adalah bekal berharga bagi kehidupan dunia dan akhirat,” ujar Endi.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen desa dalam mendukung program-program strategis yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM dan penurunan ATS. Pemerintah desa diharapkan dapat mengalokasikan sumber daya dan menyusun kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan angka partisipasi sekolah di masyarakat.
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan, diharapkan target peningkatan kualitas pendidikan di Kecamatan Tangaran dapat tercapai, sekaligus menekan angka anak putus sekolah di wilayah tersebut.