Detail Berita

Berita OPD

Berita OPD

Bupati Sambas Tegaskan Upaya Putus Mata Rantai Anak Tidak Sekolah

10 March 2025 Zulpian 55 dibaca 3 menit baca

Tangaran – Pemerintah Kecamatan Tangaran mengapresiasi arahan Bupati Sambas dalam upaya memutus mata rantai Anak Tidak Sekolah (ATS). Camat Tangaran, H. Suhut Firmansyah, S.Sos., M.Si., menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas dalam menangani permasalahan pendidikan, terutama dalam meningkatkan partisipasi anak-anak dalam pendidikan formal dan nonformal.

Suhut Firmansyah mengungkapkan bahwa sebelum bulan Ramadan, Pemerintah Kecamatan Tangaran telah berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta melibatkan para kepala sekolah di seluruh jenjang pendidikan di wilayah tersebut. Pertemuan ini membahas arahan Bupati Sambas terkait strategi dan solusi mengatasi angka ATS yang masih tinggi.

"Anak Tidak Sekolah merupakan isu strategis yang harus kita selesaikan bersama. Ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga berkaitan erat dengan upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sambas," ujar Suhut Firmansyah.

Camat Tangaran menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan dalam memberikan informasi mengenai keberadaan anak-anak yang tidak bersekolah. Dengan demikian, setiap anak bisa mendapatkan hak yang sama untuk mengakses pendidikan, baik melalui jalur formal, nonformal, maupun program kejar Paket A, B, dan C.

Selain itu, ia juga meminta tenaga pendidik dan pihak sekolah untuk bersinergi dengan pemerintah desa dan kecamatan dalam mengkampanyekan serta mensosialisasikan langkah-langkah intervensi terhadap angka ATS.

"Salah satu strategi utama yang kita dorong adalah keterlibatan seluruh elemen masyarakat, orang tua siswa, dan pemerintah desa dalam mengawal anak-anak agar tetap bersekolah hingga menyelesaikan jenjang pendidikan minimal 13 tahun," jelasnya.

Sebagai bagian dari solusi pendidikan di Tangaran, Camat juga memperkenalkan program inovatif bernama ABG MEKHA (Aku Bisa dan Gemar Mengaji sampai Khatam). Program ini bertujuan memastikan bahwa setiap anak yang lulus sekolah dasar telah menyelesaikan khataman Al-Qur'an.

"Kami melihat masih banyak anak usia sekolah yang belum bisa mengaji, sehingga kami mengambil inisiatif untuk mendorong program ini. Sekolah dan tempat mengaji di kampung-kampung kami libatkan agar semua anak yang tamat SD memiliki kemampuan mengaji yang baik," papar Suhut Firmansyah.

Dalam konsep pemetaan ATS, Pemerintah Kecamatan Tangaran telah mengidentifikasi berbagai faktor penyebab, baik internal maupun eksternal. Suhut Firmansyah optimis bahwa dengan kepedulian bersama dari seluruh elemen masyarakat, angka ATS di Kabupaten Sambas dapat ditekan secara signifikan.

"Kami berterima kasih kepada Bupati Sambas yang telah memberikan arahan dan instruksi jelas dalam penanganan ATS. Tantangan ke depan adalah bagaimana kita di tingkat desa, satuan pendidikan, dan kecamatan dapat menyusun formula dan langkah konkret untuk merealisasikan arahan tersebut," ungkapnya.

Komitmen ini, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan ATS dengan meningkatkan koordinasi antara kecamatan, pemerintah daerah, serta pemerintah desa agar angka ATS semakin berkurang di masa mendatang.

Kembali ke Daftar Berita