Dalam upaya menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sambas, Pemerintah Kabupaten Sambas menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian DBD yang melibatkan berbagai pihak terkait. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Asisten 3 Setda Sambas dan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Ir. H. Fery Madagaskar, M.Si.
Turut hadir dalam rapat tersebut, Asisten 1 Setda Sambas Septiza, ST, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr. Ganjar Eko Prabowo, M.M, Direktur RSUD Sambas Hj. Susanty, S. Si., Apt., Direktur RSUD Pemangkat dr. Yana Sumartana, M.A.P, perwakilan RSUD Elizabeth Sambas, perwakilan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Sambas yang mengikuti secara daring. Rapat ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dan menetapkan langkah strategis dalam pencegahan serta pengendalian DBD di Kabupaten Sambas.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas menekankan beberapa langkah penting, antara lain pertama Peningkatan Edukasi dan Kesadaran Masyarakat dimana Dinas Kesehatan akan membuat video edukasi tentang pencegahan DBD, yang selanjutnya didistribusikan melalui perangkat Android agar informasi dapat diakses luas oleh masyarakat selanjutnya Kebersihan Lingkungan Desa dimana Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat diminta segera menerbitkan surat edaran ke desa-desa terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk menekan penyebaran nyamuk Aedes aegypti. keempat Pengadaan dan Distribusi Larvasida (Abate) dimana Desa diinstruksikan untuk mengalokasikan dana anggaran guna pembelian larvasida (abate) yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat. Puskesmas juga akan turut mendistribusikan abate sebagai bagian dari langkah preventif. lalu Keterlibatan Sekolah dalam Pencegahan, Dinas Pendidikan akan mengeluarkan surat edaran kepada sekolah-sekolah untuk mengimbau siswa dan guru menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari pencegahan DBD dan Pemeriksaan dan Fogging di Sekolah, Puskesmas diminta untuk melakukan pemeriksaan angka bebas jentik nyamuk di sekolah-sekolah dan melakukan fogging jika diperlukan.
Melalui langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap dapat melindungi masyarakat dari ancaman penyakit DBD yang dapat berakibat fatal.