Memasuki awal tahun 2024, Bupati Satono lakukan kunjungan
kerja di Kecamatan Jawai, Selasa 09 Januari 2024.
Adapun salah satu agenda Bupati Sambas adalah dalam rangka
peresmian sumur bor Non APBD yang dibangun melalui sumbangan dari Grand Heaven
Jakarta dengan Ketua Yayasan Tim Sosial Bakmi Loncat. Terdapat 3 buah sumur bor
yang diresmikan Bupati Sambas Satono pada hari itu, diantaranya Sumur bor ke 2
di Desa Sungai Nyirih, Sumur bor ke 10 di Desa Sarang Burung Usrat dan sumur
bor ke 11 di Desa Sarang Burung Kuala.
Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita dan
penandatanganan prasasti oleh Bupati Satono didampingi donatur tim sosial Bakmi
Loncat serta disaksikan oleh sejumlah warga yang hadir.
Sumur bor itu hadir demi menjangkau lebih luas manfaat air
bersih warga di Desa- Desa di Kabupaten Sambas yang kekurangan air bersih.
Setidaknya setiap satu sumur mampu mengcover 15 kepala keluarga (KK).
Bupati Sambas H Satono mengatakan sumur bor yang diresmikan
merupakan bantuan donatur dan kolega. Mereka merupakan putra daerah yang niat
tulus membantu masyarakat Sambas.
"Sumur ini dibangun tanpa anggaran dan bersumber dana
Non APBD Sambas tapi merupakan bantuan donatur Bakmi Loncat yang merupakan
putra daerah Sambas," ucap Bupati Satono.
Bupati menjelaskan dia berharap masyarakat merasakan manfaat
langsung diresmikan sumur bor itu. Sehingga akses air bersih untuk kebutuhan
memasak hingga minum warga terpenuhi.
"Semoga dirasakan langsung oleh masyarakat manfaat
kehadiran sumur bor ini. Karena dibeberapa Desa di Kabupaten Sambas masih
merasakan kekurangan air bersih apalagi ketika musim kemarau tiba,"
katanya.
Lebih jauh Bupati Satono mengatakan untuk saat ini sedang
dibangun sebanyak 20 sumur bor bantuan Tim Sosial Bakmi Loncat dan akan terus
berlanjut kedepannya untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten
Sambas.
“Pada ronde pertama ini ada 20 Sumur bor yang dibangun oleh
Tim Sosial Bakmi Loncat, namun akan ada ronde-ronde selanjutnya untuk Kabupaten
Sambas yang luas dengan 195 Desa”, ungkap Bupati.
Bupati mengajak kepada seluruh masyarakat untuk selalu
mempertahankan nilai gotong royong serta meminta masyarakat untuk menjaga dan
merawat sumur bor yang telah dibangun tersebut.
“Pembangunan ini memang tidak mahal biayanya, namun
kebersamaan, gotong royong yang penting. Ini yang patut kita pertahankan. Saya
mengharapkan sumur bor yang telah dibangun ini untuk dijaga dan dirawat dengan
sebaik-baiknya”, tutupnya.
Dalam setiap acara peresmian sumur bor Bupati Satono dan
rombongan memberikan bantuan beras kemasan 5 kilogram kepada masyarakat serta
tidak lupa menyempatkan diri untuk bercengkrama bersama masyarakat seraya
mengabadikan momen mereka dengan berfoto bersama.